Cerita Perjalanan Tugu Perdamaian Sampit-Madura

Kalimantan tengah cukup terbilang lengkap dengan wisata kuliner dan objek wisatanya. Kali ini saya mengunjungi kota Sampit Ibu Kota Kab, Waringin Timur. ada tugas yang perlu saya tunaikan ya, tugas-tugas kerakyatan gitu. 

Ketika tiba di Kota sampit saya melihat tugu Perdamaian Dayak-Madura, Pikiran saya terlempar 18 Februari 2001 silam. Monumen diabadikan. Konflik ini sangat mengerikan melibatkan dua etnis besar yakni suku dayak dan warga migran Madura.


Berdasarkan sejarah, Eskalasi konflik meningkat disebabkan latar belakang budaya dan perebutan sumber daya alam. Di kabarkan 500 jenis kematian darah mengumpal menyemprot kemana-mana. 30.000 ribu orang kehilangan tempat tinggal. Pembantaian massal penuh darah.Saya dapat merasakan salah satu tugu terindah dan terbesar yang ada di Kalimantan Tengah adalah Tugu Perdamaian Suku Dayak-Madura yang ada di jalan utama Kota Sampit.

Tugu yang menjadi simbol perdamaian setelah konflik sekrang sangat unik dan megah. Bentuknya yang etnik, sejarah pembuatan tugu ini, dibangun sangat berkesan. Sampit kini telah dikenal sebagai kota yang damai, tentram, sejahtera dan kerukunan disini tercipta. Warga sampit telah belajar pengalaman masa silam.  Sampit telah menjadi tempat tinggal yang begitu indah dan nyaman.  

Saya termenung memikirkan tragedi ini, tiba-tiba pundak saya di sentuh oleh seorang sahabat baik,  namanya bang Faisal, kebetulan dalam perjalanan dari Palangkaraya menuju sampit, saya menelpon berharap  ketemu dan ajak ngopi bareng. Beliau kerja disini


Teryata sahabat saya ini, sudah sejahtera secara ekonomi, itu nampak di wajahnya. Dia juga memberi saya ole-ole buah anggur dan buah apel mengganjal perut ketika dalam perjalanan. Sayangnya pertemuan kami singkat. Terima kasih bang ical semoga kebaikanmu dapat di balas oleh Allah SWT. Tunggu kami dicerita cerita selanjutnya.

Ubaidi Abdul Halim
Penulis

Komentar